Jumat, 29 Juli 2011

sucker rod pump / pompa angguk





Sucker Rod Pump merupakan salah satu metoda artificial lift dengan memanfaatkan sumber tenaga yang berupa listrik atau gas dari prime mover untuk menggerakkan pompa sehingga fluida pada formasi dapat naik ke permukaan..








bagian dari sucker rod pump,  terdiri dari:



  • Prime mover merupakan penggerak utama dari secker rod pump, dimana prime mover akan memberikan gerakan putar yang diubah menjadi gerak naik-turun pada polish rod dan suvcker rod untuk meneruskan ke peralatan bawah permukaan .
  •      V-belt , merupakan sabuk untuk memindahkan gerak dari prime mover ke gear reducer. 
  •     Gear reducer, berfungsi mengubah kecepatan putar dari prime mover menjadi langkah pemompahan yang sesuai. 
  •     Crank ,merupakan sepasang tangkai yang menhubungkan crank shaft pada gear reducer dengan counter balance .pada crank ini terdapat lubang-lubang tempat pitman bearing .besar kecilnya langkah atau stroke memompahan yang diinginkan dapat diatur di crank ini ,dengan cara mengubah pitman bearing.
  •       Pitman, adalah penghubung antara walking beam pada equalizer hearing dengan crank. Lengan pitman merubah gerakan berputar menjadi gerakan naik-turun.
  •     Walking beam, merupakan tangkai horizontal dibawah horse head .berfungsinya merupakan gerak naik turun yang di hasilkan oleh pasangan pitman-crank-counterbalence,ke rangkaian pompa dalam sumur melalui rangkaian rod
  •        Counterweight ,berfungsi   menjepit polished rod dan letaknya dibagian atas dari polished rod .jepitan ini kemudian diletakan diatas carrier bar sehingga polished rod dapat bergerak sesuai dengan gerakan carrier bar.
  •         Horse head , berfungsi menurunkan gerak dari walking beam ke unit pompa di dalam sumur melalui bridle ,polish rod dan sucker string atau merupakan kepala dari walking beam yang menyerupai kepala kuda.
  •          Carrier bar, merupakan penyangga dari polished rod
  •          Stuffing box , dipasang di atas kepala sumur (casing atau tubing head) untuk mencegah atau menahan minyak agar supaya tidak keluar bersama naik turunnya polish rod.
  •       Polish rod , merupakan bagian teratas dari rangkaian rod yang muncul di permukaan .berfungsi untuk menghubungkan antara rangkaian rod di dalam sumur dengan peralatan di permukaan .
  •          Pumping tee ,berfungsi untuk mengalirkan fluida produksi ke flow line
  •          Sampson post , merupakan tiang penyangga walking beam.
  •          Saddle bearing , adalah tempat kedudukan dari walking beam pada Sampson post pada bagian atas .
  •         Equalizer , adalah bagian atas kedudukan dari pitman yang dapat bergerak secara leluasa menurut kebutuhan operasi pemompahan minyak berlangsung.
  • ·         Brake , berfngsi untuk mengerem gerak pompa jika di butuhkan , misalnya pada saat akan dilakukan reparasi sumur atau unit pemompanya sendiri.
  •          Working barrel .yaitu  merupakan tabung silinder tempat naik turunnya plunger .
  •        Plunger. Yaitu suatu piston panjang yang terbuat dari metal stainless stell dan bergerak naik turun ,yaitu berfungsi untuk mengangkat fluida dari dasar sumur ke kolom tubing hingga sampai ke permukaan .
  •          Travelling valve , yaitu katup berbentuk bola ,yang bergerak membuka dan menutup dan terletak pada plunger .valve ini akan membuka disaat plunger bergerak turun (down stroke) , dan menutup saat upstroke.
  •          Standing valve .yaitu katup yang beebentuk  bola dan terletak pada bawah pompa yang berfungsi untuk menahan fluida agar tidak turun atau keluar dari working barrel pada waktu down stroke.

Fungsi Lumpur Pemboran

Fungsi Lumpur Pemboran


dalam operasi pengeboran memiliki beberapa fungsi yaitu;

1. Mengangkat cutting dari dalam lubang bor dan mengendapkannya ketika dipermukaan. Cutting/kotoran harus diangkat dan dibersihkan dari dasar lubang bor agar mata bor beserta rangkaiannya tidak terjepit akibat penumpukan cutting di dalam lubang. Kemudian cutting tersebut akan diendapkan di settling sump atau bak pengendapan Lumpur yang ada (dibuat) di permukaan tanah.

2. Mendinginkan mata bor/bit. Salah satu effect dari putaran dan tekanan yang dialami mata bor adalah terjadinya panas. Jika tidak ada pendingin, maka mata bor akan terbakar.

3. Meminimalkan gesekan antara pipa bor dengan dinding lubang bor. Lumpur pemboran mengisi lubang annulus, yaitu ruangan antara rangkaian pipa bor dengan dinding lubang. Jadi lumpur akan berfungsi sebagai lubrikasi atau pelumas sehingga mengurangi gesekan antara pipa dengan dinding lubang bor.

4. Menahan dinding lubang bor agar tidak runtuh. Agar dinding lubang bor tidak runtuh maka tekanan lubang bor harus lebih besar dari pada tekanan formasi. Jika tekanan dari formasi lebih besar dari tekanan lubang bor, maka dinding lubang bor akan runtuh (collapse). Lumpur pemboran akan menjaga agar tekanan lubang bor lebih besar dari tekanan formasi.

5. Sebagai media informasi. Dari sirkulasi & cutting yang keluar, kita bisa mengetahui formasi batuan yang dibor.

6. Menahan cutting agar tidak mengendap ke dasar lubang bor ketika sirkulasi berhenti. Pada saat sirkulasi berhenti, misalnya saat mengambil inner tube atau menyambung pipa maka Lumpur pemboran akan menahan/menghambat pengendapan kembali kotoran/cutting ke dasar lubang bor. Kecepatan pengendapan cutting ini tergantung dari kekentalan lumpur pemboran, berat jenis cutting dan besar butir cutting tersebut.

Kamis, 28 Juli 2011

RESERVOIR MINYAK DAN GAS


Pengertian Reservoir
      Pada awal perkembangan industri perminyakan, sering disebut oil pool, suatu reservoir minyak dan/atau gas bumi di bawah permukaan tanah bukanlah tempat yang berbentuk kolam atau gua atau gerowong atau sejenisnya yang berupa wadah terbuka melainkan berupa suatu bentukan (formasi) batuan padat namun mempunyai rongga atau pori-pori. Rongga kecil di dalam batuan itulah yang menjadi tempat terakumulasinya minyak dan/atau gas. Untuk ini dapat dijelaskan dengan ilustrasi berikut. Bayangkan sebuah gelas yang diisi penuh oleh pasir. Kemudian tuangkan air ke dalamnya. Maka, walaupun kelihatannya gelas tersebut sudah penuh terisi oleh pasir, kenyataannya air masih tetap dapat dituangkan dan ditampung oleh gelas tadi karena air tersebut masuk ke dalam rongga antara butiran-butiran pasir. Agar suatu reservoir dapat menampung minyak yang dapat diproduksikan secara ekonomis nantinya, maka ukuran formasi batuan tersebut harus cukup besar dan mempunyai rongga yang cukup besar pula. Di samping itu, harus dapat mengalirkan fluida karena minyak dan/atau gas tidak bernilai ekonomis jika tidak dapat dialirkan ke lubang sumur untuk kemudian diangkat ke permukaan.

     Reservoir adalah suatu tempat terakumulasinya minyak dan gas bumi. Pada umumnya reservoir minyak memiliki karakteristik yang berbeda-beda tergantung dari komposisi, temperature dan tekanan pada tempat dimana terjadi akumulasi hidrokarbon didalamnya. Suatu reservoir minyak biasanya mempunyai tiga unsur utama yaitu adanya batuan reservoir, lapisan penutup dan perangkap. Beberapa syarat terakumulasinya minyak dan gas bumi adalah :
1. Adanya batuan Induk (Source Rock)
Merupakan batuan sedimen yang mengandung bahan organik seperti sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang telah mengalami proses pematangan dengan waktu yang sangat lama sehingga menghasilkan minyak dan gas bumi.

2. Adanya batuan waduk (Reservoir Rock)
 Merupakan batuan sedimen yang mempunyai pori, sehingga minyak dan gas bumi yang dihasilkan batuan induk dapat masuk dan terakumulasi.
3. Adanya struktur batuan perangkap
Merupakan batuan yang berfungsi sebagai penghalang bermigrasinya minyak dan gas bumi lebih jauh.

4. Adanya batuan penutup (Cap Rock)
Merupakan batuan sedimen yang tidak dapat dilalui oleh cairan (impermeable), sehingga minyak dan gas bumi terjebak dalam batuan tersebut.

5. Adanya jalur migrasi
Merupakan jalan minyak dan gas bumi dari batuan induk sampai terakumulasi pada perangkap.

    Sebagian besar minyak dan/atau gas ditemukan pada reservoir yang terbentuk dari batuan sedimen. Batuan sedimen terbentuk dari endapan organik seperti sisa-sisa tumbuhan dan hewan serta endapan anorganik seperti pasir dan lempung, yang diendapkan oleh sungai-sungai dan danau-danau purba, yang kemudian ditimbun oleh berbagai jenis batuan dan mengalami penekanan serta pemanasan dalam jangka waktu berjuta-juta tahun.
Supaya dapat menjebak (menampung) fluida, suatu reservoir haruslah tertutup pada bagian atas dan pinggirnya oleh suatu lapisan penutup (closure). Dengan kata lain, bentuk “wadah” ini tidaklah terbuka ke atas tetapi terbuka ke bawah sehingga minyak yang mengalir ke arahnya dapat terperangkap. Mengalirnya minyak dari tempat dimana minyak tersebut terbentuk (source rock) diakibatkan oleh proses alami karena pada saat pembentukannya minyak mengalami tekanan yang sangat besar. Sehingga setelah terbentuk minyak tersebut terperas (squeezed) ke luar dari bantuan tempatnya terbentuk dan mengalir ke tempat yang mempunyai tekanan yang lebih rendah, yaitu ke permukaan bumi. Jika ada sesuatu yang menghentikan pergerakan minyak tersebut, maka minyak akan terakumulasi di tempat ia terhalang tersebut. Dilihat dari proses ini maka bentukan batuan reservoir berfungsi sebagai suatu perangkap (trap). Perangkap itu sendiri (yang kemudian kita sebut dengan reservoir jika ia telah mengandung minyak dan/atau gas) terbentuk karena proses geologi baik secara struktural maupun stratigrafis.

     Jadi, reservoir merupakan bagian dari perangkap bawah permukaan baik struktural maupun stratigrafis yang berupa bentukan (formasi) batuan batupasir atau karbonat yang bersifat porous (yaitu berongga) sehingga dapat mengandung minyak dan gas bumi dan permeabel sehingga dapat mengalirkan minyak dan gas bumi tersebut. Sebuah reservoir minyak dan/atau gas dapat berada berdampingan dengan aquifer, yang merupakan bagian dari reservoir atau bentukan batuan lain yang mengandung air. Air tersebut bisa berada di bawah reservoir (bottom aquifer) atau di pinggir reservoir (edge aquifer). Selanjutnya, minyak dan gas bumi yang terkandung dalam suatu reservoir harus dapat diproduksikan dan bernilai komersial. Tanpa hal itu, reservoir tersebut tidak berarti apa-apa.

Rabu, 27 Juli 2011

Cerita Pendopo (PALI) Tempo Dulu

Sepenggal Cerita Pendopo


dari cerita                            

Faris2006′s Weblog

Sampai saat ini aku belum tahu mengapa disebut dengan pendopo..?! aku masih mencari tahu asal muasal diberi nama pendopo. tetapi aku ada sedikit mengutip cerita dari tempatku saat ini bekerja yang juga menjadi bagian dari sejarah Pendopo.
PENDOPO, dari berbagai sumber yang aku baca adalah nama Lokasi pengeboran sebagai perluasan lokasi pengeboran di wilayah talang akar di daerah sumatera selatan, dimana talang akar pernah menjadi Ladang Minyak terbesar di Asia Timur dengan produksi yang mencapai 20 ribu barrel perharinya pada tahun 1922 dan Pendopo adalah pengembangan dari Ladang Minyak Talang Akar yang pada saat itu dikelolah perusahaan Minyak asal belanda dan Amerika dengan nama : NKPM (Nederlandsche Koloniale Petroleum Maatschappij). Mengapa lapangan minyak pengembangan itu diberi nama PENDOPO, sampai saat ini aku belum menemukan jawabannya tetapi yang pasti akhirnya Lapangan Minyak Pendopo lebih berkembang sebagai tempat tinggal pekerja NKPM dan Talang Akar lebih diutamakan untuk Lapangan Minyak saja dan kemudian perumahan perumahan pekerja dipindah dari Talang Akar ke Pendopo atas pertimbangan Ekonomis dengan mengukur Jarak tempuh dari Sungai Lematang yang lebih dekat ke Pendopo.
Sekarang sisa kebesaran dan kejayaan talang akar masih bisa dilihat di station pengumpul minyak talang akar yang masih dipakai oleh pertamina sebagai station Booster untuk memompa minyak dari sumur-sumur tua yang ada di sekitar talang akar diantaranya Lapangan Jirak, Benakat, Abab, Raja yang kemudian dipompa ke KM3 Plaju.
Pendopo sampai saat ini masih ada, hanya untuk sumur-sumur minyak tinggal beberapa saja yang masih bisa dilihat dan masih diambil sedikit demi sedikit minyaknya oleh Pertamina DAOPS Pendopo/Prabumulih karena banyak sumur-sumur tua itu yang telah di PLUG (dimatikan)
sedangkan untuk tempat tinggal pekerja (Komplek) yang masih bertahan hana PERTAMINA sedangkan STANVAC sudah lama meninggalkan Pendopo semenjak PTSI (Stanvac) dibeli oleh MEDCO ditahun 1995 dan berganti nama menjadi PT. Exspan Sumatera dan sejak tahun 2004 PT. Exspan memilih untuk keluar dari Pendopo karena dianggap tidak ekonomis dan semua pegawai Pindah kedaerah masing-masing.
Tahun terus berganti dan Pendopo masih tetap eksis dengan terus berkembang dengan Kecamatan Talang Ubi yang telah menjadi penyangga perkembangan Pendopo selama puluhan tahun.
saat ini Pendopo dan Kecamatan Talang ubi terus berbenah diri dan meninggalkan semua kenangan kejayaan masa lalu untuk menatap masa depan pendopo dan kecamatan talan ubi kearah yang lebih baik usaha untu pengembangan wilayah terus dikejar dan dikumandangkan dengan penggabungan beberapa kecamatan untuk membentuk wilayah baru dengan nama PALI (Penukal Abab Lematang Ilir). Dan itu adalah tidak mudah semudah membalikkan telapak tangan, karena masih panjang perjuangan untuk menuju wilayah yang mandiri dan diakui.
Pendopo tetaplah pendopo dan harus tetap menjadi pendopo yang maju dan terus berkembang untuk mencapai kemakmuran dan kemerataan kesejahteraan…. semoga,..
Pendopo adalah bagian dari sejarah yang tak bisa dilupakan, tetapi bukan berarti harus menjadi sejarah seperti halnya talang akar….. yang menjadi pengisi buku-buku sejarah perminyakan di Indonesia bahkan di dunia….. semoga…

  terima kasih ya pak,.

Faris2006′s Weblog